Oleh : Elyana Akatha

Jejak digital ini sengaja ku buat sebagai pengingat untuk anak-anak ku kelak. Suatu kisah, ada seorang yang sangat kuat prinsip dan ideologinya mencoba berenang di air keruh kepemiluan.Keruh karena tajamnya keinginan mereka yang hendak duduk dan busuk karena permainan mereka yang membawa kerusakan, di mulai dari masyarakat strata terendah yang disuapi sekantong jajanan, di arahkan untuk memilih kandidat A, B dan C dengan sedikit kalimat “mereka akan membawa perubahan untuk kampung ini”.

Tapi kenyataannya, tanpa mereka sadari kekayaan alam di keruk, perda di rubah untuk kepentingan balik modal dan investasi, bergajih besar tanpa adanya tuntutan keterbukaan apa yang telah di kerjakan selama 5 tahun terakhir dan janji / amanah mana yang sudah terealisasi ?.Sedang badan yang mengawasi, kata salah seorang kandidat yang kalah, “mereka kena corona” tidak bisa mencium dan tidak bisa melihat pelanggaran para peserta.

Tapi selalu pasang badan untuk menyenggol para panitia yang tidak berkesesuain dengan goalnya mereka, kalau ada sedikit kesalahan mereka serang bertubi-tubi. Kalau si panitia pening mereka bertepuk tangan, kalau si panitia tumbang mereka bersorak ramai dan sibuk menyusun strategi siapa kiranya yang bisa duduk mengganti agar bisa di setir sesuai keinginan bapak kepala yang terhormat.

Tanpa ingin terlihat baik dimata manusia, cukup lah allah yang menilai. Biarlah cerita ini hadir sebagai bentuk perlawanan dan perasaan akan lenyapnya ketidak adilan bagi orang-orang baik di sekitar saya.Singkat cerita, dia (lakiku.red) adalah orang yang sangat pemilih dalam pekerjaan, dimulai dari menolak pekerjaan bankir sampai sales kreditur mobil dan dsb.

Mohon maaf, hal yang subhat saja tidak berani menyentuh, apalagi yang haram !.Sampai pada saat tahun 2017 ternyata rezekinya hinggap di KPU Kabupaten. Selama menjabat beliau tidak pernah sekali pun mau bertemu dengan salah satu peserta, walau teman sekampung, teman sekelas, sampai paman wujudnya pun dihindari 3 x puasa 3 x lebaran tidak pernah lagi berkunjung silaturrahmi demi untuk menjaga integritas semata.

Usut punya usut, beliau di telpon oleh ketua DPRD kab. Banjar yang mana posisinya saat itu adalah kawanan satu kampung, awal cerita dia bilang kalau komisioner akan di DKPP kan oleh si pengawas karena ini dan itu, akhirnya karena track record si pengawas yang selalu mengancam, beliau agak trauma… Lalu katanya disuruh lah bertemu sebentar sekalian membicarakan isu-isu terkait seputar kepemiluan lainnya.

Biasanya beliau selalu keras, jika hendak bertemu silahkan ke kantor, karena kantor bersifat publik dan netral. Tapi si ketua Dewan ini menolak, entah alasan apa yang dipakai, entah si dewan ini memang sengaja, atau memang si dewan ini tidak memiliki pengetahuan akan larangan penyelenggara bertemu terkait integritas, beliau (lakiku.red) sama sekali tidak mengira kejadian sekejap mata ini meruntuhkan nilai- nilai yang selama ini dijaganya..Sampai sini cerita pasti sudah bisa di tebak ya…”Iya beliau salah”Dalam benaknya, jika bertemu di kantor DPRD yang notaben nya adalah bersifat publik juga, tidak akan timbul masalah apapun.

Lanjut.. Setelah sekian waktu berlalu beliau mendapat telpon kembali, yang mana posisi beliau sangat kelelahan menghadapi 2 gugatan pilbup sekaligus, tengah malam kala waktu hendak beristirahat di salah satu hotel Jakarta, si ketua Dewan tersebut menanyakan isu-isu terkait dan habar yang beredar.

Beliau orangnya kadang memang suka kepo dan mudah di ajak ngobrol, jadi bisa di bilang itu adalah obrolan sekedar lewat. Bertemu di subuh hari? Ahhh canda kawan lah…Benar-benar tidak menyangka dari 1 telpon ini menjadi bumerang yang amat keras menghantam..Aku sedikit pun tidak pernah risau akan rezeki, karena yakin, walau sedikit pun pasti terasa cukup jika itu berkah.

Tapi yang membuatku benci dan marah adalah pola dan sistem yang rusak lagi merusak!!!.Potongan percakapan yang di olah sedemikian rupa menyudutkan!Dibuat viral untuk mengangkat harkat dan nilai plus dari salah satu paslon, tapi menyakiti dan mencoreng nama baik beliau.Sungguh aku sebagai istri benar-benar tidak rhido dunia akhirat!.

Percakapan itu di ambil 1 bulan sebelum sidang, dimana itu adalah waktu yang cukup lama untuk beliau cross check langsung kepada ppk terkait tentang isu tersebut, ppk bilang “mana mungkin bisa, karena ada aplikasi silon dan sirekap yang amat ketat terjaga, kalau pun bisa, akan terjadi kericuhan pada saat pleno di kecamatan maupun di kabupaten”Itu lah kunci kenapa beliau bilang tidak mengetahui terkait isu itu di persidangan, karena memang beliau anggap berita itu berita bohong.

Adapun hasil sidang dinyatakan PSU karena hal lain terkait tanda tangan salah satu komisioner ttg penggelembungan suara, tapi bukan berdasarkan rekaman yang sudah kadaluarsa lagi.Tapi anehnya, si badan ini malah mendepak beliau dan mengkode etikkan kejadian ini!.

Terimakah aku suami ku di bilang tidak netral hanya karena beliau bertemu 1 kali saja ??? Tidak ada sedikitpun bukti bahasan tentang keberpihakan atau ketidak netralan didalamnya ??? Tidak ada serupiah pun uang yang diambilnya, walau banyak sekali yang menyodorkan ini dan itu, beliau tidak pernah tergiur!?.

Aku masih ingat betul apa yang di ucapnya, “ini semata di lakukan hanya untuk menjaga kenetralitasan jajaran ke bawah”… Ko malah dia yang di bilang tidak netral?.

Tahukah anda wahai Hakim Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Republik Indonesia ? Jika bahwa dengan kejujuran beliau di dalam sidang menyatakan ada bertemu 1 kali adalah hanya untuk menjaga agar benar-benar tidak ada yang bermain, adalah agar sodara ketua Dewan melakukan tindakan dan laporan kepada bawaslu dan bisa di tindak lanjuti ?

Kalau menggali informasi di bilang tidak netral, maka selamanya akan terkubur kebenaran dan kebohongan !Bahwa dengan memberhentikan teradu Abdul karim adalah suatu kesalahan yang amat besar! Kenapa? Karena teradu sudah lama di incar dan di jebak terus menerus, agar mereka yang berkepentingan ingin duduk dan ikut serta dalam mengatur pemerintahan.

Tahukan anda wahai Hakim yang mengadili, bahwa jelas dalam video yang beredar (jika orang banjar asli, pasti paham) teradu diarahkan dan digiring dengan sengaja?Tahukan hakim Dkpp_ri yang terhormat Bahwa salah satu pengadu lah yang tidak netral ? Bahwa salah satu pengadu lah yang sering melanggar kode etik ?

Bahwa Abdul Karim amat sangat mampu jika ingin mengkode etik kan mereka kembali. Akhir kata, selamat kepada para pengadu dan SPECIALLY BUAT SESEORANG YANG DIANGGAP TEMAN OLEH PRIA NAIF, TAPI TERNYATA MENUSUK DARI BELAKANGđź‘ŹSELAMAT KAMU SUDAH MEMUTUS SATU JALAN REZEKI HAMBA ALLAH UNTUK MENGHIDUPI ISTRI DAN 3 ANAKNYA. Kita akan lihat di akhir episode kehidupan, mudah-mudahan Allah buka kan dengan terang benderang siapa yang benar dan siapa yang salah.

Allahumma ahsin ‘aaqibatanaa fil umuuri kullihaa wa ajirnaa min khizyid dunya wa ‘adzaabil aakhirah

postingan asli : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=3086247558277625&id=100006772321686