Oleh: Abie Dhimas*

Saat saya masih aktif dalam gerakan mahasiswa Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), saya sering mendengar kata pemberdayaan masyarakat diulang-ulang dalam setiap diskusi, rapat maupun ketika ngopi bersama di cafe. Kata pemberdayaan masyarakat bahkan mampu menghipnotis setiap kader IMM.

Mereka sangat tertarik sekali untuk mengembangkan gerakan pemberdayaan masyarakat ini dan menjadikannya sebagai program kerja besar. Sayangnya hal tersebut hanyalah euforia belaka. 

Kader-kader IMM hanya memahami pemberdayaan masyarakat sebatas bakti sosial atau gerakan karikatif. Menurut pengamatan saya, banyak komisariat yang memiliki desa binaan. Namun desa itu hanya dijadikan sebagai tempat bakti sosial ketika Idul Adha tiba. Dari peristiwa ini dapat dilihat bahwa, kader-kader IMM belum mengerti tentang apa itu pemberdayaan masyarakat yang sesungguhnya. 

Baca Juga : Pesan Untuk Immawati: Lawan Pemikiran Jahat !

Selain pemahaman yang menyamakan pemberdayaan masyarakat dengan bakti sosial, kader-kader IMM juga masih memahami pemberdayaan hanya sebatas soal bagaimana meningkatkan perekonomian (penghasilan) didalam masyarakat. Pemahaman seperti itu bisa dikatakan sebagai cara pandang kapitalisme, dimana segala macam problematika kehidupan dapat diselesaikan manakala perekonomian masyarakat selalu tumbuh naik. 

Sekilas Tentang Pemberdayaan Masyarakat

Sistem kapitalisme telah mengakibatkan adanya ketimpangan didalam masyarakat. Ketimpangan ini memunculkan kelas-kelas didalam masyarakat. Kelas masyarakat atas jumlahnya yang sedikit dibandingkan kelas masyarakat bawah mampu menguasai sebagian besar hajat hidup manusia disuatu negara bahkan dunia. 

Masyarakat kelas atas memiliki keistimewaan dan kekuasaan yang sangat besar untuk mengendalikan komunitas masyarakat. Masyarakat kelas atas ini mampu untuk mengakses pendidikan, kesehatan, sandang, papan dan pangan dengan mudah. Masyarakat kelas bawah sangat sulit sekali untuk mengakses kebutuhan hidupnya. Bahkan kebutuhan dasarnya pun seperti pangan, sandang dan papan terkadang sulit terpenuhi. 

Tidak hanya kesulitan dalam mengakses kebutuhan hidup, masyarakat kelas bawah juga dibuat ketergantungan oleh sistem kapitalisme. Mereka akan selalu diarahkan untuk mengkonsumsi hal-hal yang bukan menjadi kebutuhannya. Misalnya saja seperti kuota internet yang biasanya digunakan untuk melihat youtube atau game online. Bukan hanya konsumerisme, kapitalisme membuat mereka selalu berpikir bahwa kehidupan yang baik adalah memiliki kekayaan dan bisa membeli segala macam keinginan. 

Membuat komunitas masyarakat kelas bawah agar mengerti dan sadar akan jalannya sistem kapitalisme yang menyengsarakan mereka merupakan salah satu tujuan pemberdayaan masyarakat. Kesadaran tersebut kemudian dijadikan senjata untuk keluar dari ketergantungan terhadap kapitalisme. Dan proses untuk menuju kesana dibutuhkan waktu yang sangat panjang dan melelahkan. Oleh karena itu pemberdayaan masyarakat bukanlah pelatihan yang dilaksanakan selama beberapa jam dan setelah itu selesai. 

Kerja-kerja pemberdayaan masyarakat membutuhkan seseorang yang memiliki komitmen dan kesabaran tinggi. Karena dalam komunitas masyarakat terdiri dari beragam pemikiran dan cara pandang. Cara berpikir setiap orang dalam sebuah komunitas masyarakat tidak selalu sama.

Maka dari itu perlu adanya penyatuan cara berpikir antar anggota komunitas agar kerja pemberdayaan dapat berjalan sebagaimana mestinya. Untuk melakukan penyatuan cara berpikir diperlukan pendekatan dan pemetaan aktor didalam masyarakat. 

Tentu saja langkah-langkah diatas masih tahap awal dan belum masuk pada program pemberdayaan. Program-program pemberdayaan mempunyai tujuan untuk menunjang kemandirian komunitas masyarakat. Program-program yang akan dibuat nantinya harus melibatkan semua anggota komunitas secara kolektif.

Baca Juga : Instruktur IMM Harus Kembangkan Kreativitas Kader

Perlu ada sebuah organisasi rakyat sebagai wadah menghimpun anggota komunitas untuk menuju pada kemandirian sekaligus senjata melawan kapitalisme. Kemandirian atau kedaulatan untuk bisa berdiri sendiri dibidang ekonomi, politik, sosial, budaya, pendidikan, ekologi dan kesehatan adalah tujuan utama. 

Pesan Kepada Kader-kader IMM 

Membangun kemandirian sebuah komunitas masyarakat tidaklah mudah. IMM sebagai gerakan mahasiswa islam diharapkan mampu untuk mentransformasikan nilai-nilainya diranah masyarakat bawah. Saat ini IMM banyak bergerak diranah intelektualitas dan menghasilkan wacana-wacana.

Banyak sekali wacana telah dihasilkan namun sedikit sekali bahkan tidak ada yang memang benar-benar membumi. Maka tidak heran jika pemahaman kader-kader IMM tentang pemberdayaan masyarakat hanya sebatas gerakan karikatif. 

Pemberdayaan masyarakat sangat penting bagi IMM. Karena pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu manifestasi dari nilai-nilai yang dibawa oleh IMM yaitu humanitas. Kader-kader IMM perlu dipahamkan tentang pemberdayaan masyarakat sebagaimana mestinya. Sehingga tidak terjadi kesalahan pemahaman dan pemberdayaan masyarakat bukan menjadi euforia belaka. 

*Kader Hijau Muhammadiyah DIY

Editor : Al bawi