Oleh: Zaidan Fadhlani
Beberapa hari terakhir santer terdengar keputusan dari Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk melakukan penyelidikan terhadap pelanggaran yang terjadi dalam pertempuran Gaza beberapa waktu belakangan. Resolusi tersebut rupanya mendapat dukungan sejumlah 24 suara dari 47 anggota Dewan HAM PBB.

Menarik seandainya jika kita bisa melihat alasan 23 anggota lain yang tidak memberikan dukungan atau suara.
Meski demikian, kabar dukungan sejumlah 24 suara tersebut disambut baik oleh Kementerian Luar Negeri Palestina dengan mengatakan, “Tindakan ini adalah gambaran dari tekad Internasional dalam menegakkan keadilan hukum dan perlindungan hak asasi terhadap warga Palestina.”

Baca Juga: Meriahkan Ramadan, Lazismu Kalsel Bagikan Kado

Sanjungan dan keputusan tersebut dibalas balik oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dengan sebutan “Memalukan”. Karena dirinya merasa ini adalah bentuk gerakan anti-Israel dari Dewan HAM PBB.

Kita juga dapat melihat media sosial beberapa jam belakangan, hampir dominan dipenuhi dengan rekaman-rekaman yang berisi kritikan pedas tokoh-tokoh dunia tentang perlakuan keji militer Israel terhadap warga sipil di Palestina. Namun, lagi dan lagi kritikan hanya menjadi angin lalu bagi Israel, mereka kepalang batu untuk tetap merasa selalu benar dan hanya melakukan perlindungan diri dari serangan balik Palestina. Walaupun kita sadar, kejadian ini terjadi karena Israel-lah yang memulai semuanya.

Padahal jika kita kembali mengkaji dan menilik lebih dalam lagi tentang jumlah korban yang berjatuhan terhadap kejadian Israel-Palestina ini sangatlah timpang sebelah. Lebih banyak jiwa yang mengalami kehilangan di pihak Palestina daripada Israel, terlebih untuk warga sipilnya. Sudah sepatutnya kita kembali bersuara lantang terhadap penegakkan HAM terutama di dalam ruang lingkup internasional.

Baca Juga: Ketua Pimda 240 Ogan Ilir Kecam tindakan Zionis Israel

Israel yang secara terang-terangan mempertontonkan pelanggaran, berhak mendapatkan ganjaran setimpal terhadap perlakuannya. Sekali lagi kita perlu menggencarkan media sebagai penyampai pesan publik agar urung memelintir fakta dan kenyataan agar tidak ada lagi manusia-manusia yang batu untuk mendukung Israel.

Israel tetaplah Israel dengan kekuatan besarnya. Bersembunyi dengan dalih perlindungan diri. Namun tetap melakukan gerakan senyap terhadap Palestina. Perlakuan dan tindakannya pantas untuk dibungkam kembali. Melalui forum internasional dan lainnya.

Editor: Hanum