al-ashr.id, PC IMM Banjarmasin mengumumkan melalui instagramnya @pcimm_bjm terkait kepesertaan yang lolos seleksi tahap 1 pada agenda LID Regional Kalimantan (Kamis, 5 Agustus 2021).

Ada 8 nama kader PK IMM Farmasi UM Banjarmasin yang lulus seleksi tahap 1 pada pengumuman tersebut diantaranya Muhammad Ihza (Ketua Umum), Annisa Nurislami FR. (Bendahara Umum), Faisal Ramadhan Naibaho (Sekbid. Kaderisasi), Siska Tri Cahyati (Sekbid. Hikmah dan Keilmuan), Yusril Surya Al Rafiq (Kabid. Tabligh, Kajian dan Keislaman), Nur Fitri Fauziah (Sekbid. Tabligh, Kajian dan Keislaman), Noor Melly Diani (Sekbid. IMMawati), dan Maulana (Sekbid. Media dan Informasi).

Baca Juga : Surga Bukan Tujuan Beragama

Sebelumnya PK IMM Farmasi mengadakan pertemuan internal BPH terkait kader yang akan didelegasikan mengikuti agenda perkaderan khusus ini. Meskipun masih berada ditengah pandemi, tentu tidak menurunkan semangat kader PK IMM Farmasi dalam menjalani proses kaderisasi.

Ketua Umum PK IMM Farmasi, IMMawan Muhammad Ihza, menuturkan bahwa dalam menjalani agenda perkaderan khusus instruktur tentu tidak berbicara persoalan eksistensi melainkan nilai dan tanggung jawab yang diemban sebagai instruktur menjadi pokok penting bagi keberlangsungan proses regenerasi.

“Tentu ini bukan tanggung jawab yang remeh. Menjadi instruktur bukan hanya proses memenuhi daya pribadi tetapi instruktur juga menjadi pondasi dalam keberlangsungan regenerasi. Tanggung jawab yang diamanahkan pasca perkaderan harusnya menjadikan para instruktur mewasiatkan diri serta kader penerus bahwa Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah adalah organisasi pergerakan bukan sekedar Event Organizer.

Bukan seberapa banyak program kerja yang dilaksanakan tetapi seberapa besar kemanfaatan IMM bagi kehidupan beragama, bermasyarakat maupun sebagai daya pikir sebagai kaum intelektual” ujar Ihza, sapaan akrabnya.

Baca Juga : Nabi Muhammad saw. Tidak Pernah Mendirikan Negara Islam

Ihza juga menyampaikan kepada calon peserta yang didelegasikan PK IMM Farmasi untuk tidak perlu takut dan khawatir serta jangan terprovokasi dengan pemikiran negatif menjadi instruktur yang memungkinkan mereka menjadi lemah mental dalam menjalani proses perkaderan

“Saya sampaikan kepada teman-teman Immawan dan Immawati PK IMM Farmasi, jangan takut terkait tanggung jawab yang diemban menjadi instruktur. Kita tidak menolak stigma bahwa instruktur adalah peran yang berat, karena harus selalu menjadi inspirasi.

Tetapi kita juga harus ingat, justru dengan menjadi instruktur kita juga menuntut diri untuk terus meningkatkan potensi dan wawasan kemudian mampu kita dakwahkan kepada generasi penerus” tambah Ihza

Ihza juga berusaha untuk senantiasa memberikan arahan kepada kadernya terutama kelengkapan administrasi agar mereka dapat menjalani proses seleksi LID Regional Kalimantan dengan baik.

oleh : Muhammad Ihza

Editor : Redaksi Al-ashr.id