Oleh: Dita Dwi Cahyani dan Fathan Faris Saputro*

Seperti perumpamaan yang sering kita dengar, makin tinggi pohon, makin kencang angin yang menerpanya. Begitulah ujian hidup dalam manusia. Jika manusia yang khusyuk dalam shalat diibaratkan pohon yang tinggi, maka begitupun angin kencang itu akan menerpa manusia.

Angin kencang dapat kita misalkan sebagai rintangan yang akan merobohkan iman manusia. Jika akar atau pondasi kita kuat, makasekencang apapun itu tidak akan mampu merobohkan. Sebaliknya, ketika iman kita lemah, maka angin yang hanya berembus pun akan jadi sebuah petaka.

Shalat menjadi ibadah wajib umat muslim. Disebut juga sebagai tiang agama. Pondasi dari keimanan kita. Shalat akan membentuk akhlak dan karakter dalam diri manusia. Sehingga, orang yang shalat lima waktu akan memiliki ketenangam dalam hidup.

Terhindar dari kegelisahan karena pikirannya sendiri. Menjalankan shalat, berarti kita menyerahkan jiwa raga sepenuhnya kepada Allah Swt. Melupakan sifat kemanusiawian dan mengakui Sang Khaliq sebagai pencipta manusia.

Meninggalkan  shalat akan membuat kita merugi. Sebab, banyak manusia yang sudah meninggal ingin hidup kembali ke dunia agar dapat memperbaiki kualitas ibadah mereka. Sehingga, kita yang masih hidup ini haruslah memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk menjalankan shalat. Melaksanakan perintah Allah dengan segenap kesungguhan hati agar dosa-dosa kita terampuni kelak.

Seperti yang kita ketahui, shalat merupakan rukun islam yang kedua. Umat muslim diperintahkan menjalankan ibadah shalat sebenarnya bukan tanpa alasan. Melainkan sebagai penyempurna keislamaan mereka. Dengan menjalankan shalat berarti kita telah menjalankan rukun islam. Rukun yang harus dipenuhi bagi kita yang beragama islam.

Shalat menjaga diri kita dari keburukan. Seperti yang sudah diuraikan sebelumnya, shalat bisa mencegah diri kita dari perilaku yang buruk. Ibaratnya, shalat adalah penyaring. Sementara diri kita adalah air yang selalu kotor. Dengan adanya penyaring, maka kotoran dalam diri kita akan hilang.

Kita akan dipisahkan antara mana yang benar-benar fitrah dengan yang tidak. Dengan shalat tepat waktu, maka kita akan memfiltrasi diri kita dari dosa-dosa yang telah kita lakukan sebelumnya. Baik itu disengaja maupun yang tidak kita sengaja. 

Anjuran menjalankan shalat ini, adalah untuk memfitrahkan kembali diri seorang muslim. Di mana pada awalnya kita terlahir dengan keadaan yang suci tanpa adanya dosa. Kemudian, setelah hidup dan terlahir di dunia kita banyak melakukan dosa kepada Allah.

Maka dari itu, adanya shalat akan membuat diri kita senantiasa baru. Sebab, dosa kita digugurkan setiap kali melaksanakan shalat. Sehingga kita tetap terjaga dari dosa-dosa di setiap harinya karena melakukan shalat.

Shalat seperti benteng umat muslim. Benteng yang melindungi dari segala kemaksiatan dan perbuatan keji lainnya. Memang dalam diri manusia selalu muncul nafsu yang membuat kita selalu tergoda berbuat keburukan, tetapi shalat berperan sebagai benteng yang akan memberi penyekat dalam hati kita antara fitrah nurani dan nafsu. Sehingga kita tidak tersesat dalam mengarungi jalan hidup.

Sebagaimana telah disebutkan dalam alquran bahwa shalat akan menjadi pelindung umat muslim. Pembeda umat muslim dengan orang kafir. Terlepas dari itu, shalat akan memberikan petunjuk kepada kita mengenai mana yang hak dan mana yang batil. Contohnya saja, seseorang yang sedang bingung menentukan pilihan, dia melaksanakan shalat istiqarah. Dengan begitu, selain menggugurkan dosa, ia juga mendapat petunjuk dari Allah Swt mengenai kebimbangannya. Baik itu petunjuk secara langsung maupun tidak.

Bisa kita bayangkan, apabila diri manusia senantiasa diperbarui amalannya dengan shalat, maka akan selalu suci jiwanya. Sebagaimana keutamaan shalat adalah sebagai penghapus dari dosa-dosa menusia.

Shalat akan memberikan ketenangan pada jiwa setiap insan yang menjalankannya dengan sepenuh hati. Lain hal nya dengan orang yang shalat hanya sebagai penggugur kewajiban. Jadikan shalat sebagai pengantar kita pada Allah. Jembatan untuk berserah diri dan memohon ampunan.

Sehingga, dengan begitu jiwa kita tidak lagi dilanda kegelisahan. Setiap masalah yang kita hadapi dapat diobati dengan shalat. Kita tidak perlu khawatir dan cemas perihal masalah dunia. Sebab, Allah akan memudahkan jalan kita selagi kita benar bersungguh-sungguh dalam meminta kepada-Nya.

Lalu, bagaimana dengan manusia yang melalaikan shalatnya? Sebagaimana tercantum dalam alquran, “Celakalah orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya”.

Maksudnya adalah orang yang seringkali menunda-nunda shalat mereka akan merugi baik dunia maupun akhirat. Terlebih lagi bagi orang yang suka meninggalkan shalat. Sebab shalat adalah ibadah utama umat muslim.

Dengan melaksanakan shalat, kita berarti menunaikan ibadah sekaligus menggugurkan dosa-dosa kita. Jadi akan sangat merugi orang yang melupakan shalat hanya untuk kesibukan dunia.

Dunia tidak akan ada yang abadi. Semua akan fana pada waktunya. Namun, jika kita mengejar akhirat, maka akhirat akan membawa dunia kita lebih baik dari sebelumnya.

Sangat penting bagi umat muslim untuk dapat membagi waktu. Mengingat kapan harus melaksanakan shalat, dan kapan harus mengerjakan pekerjaan duniawi. Itulah fungsi dari lantunan adzan.

Seruan kepada umat muslim yang akan mengajak kita agar senantiasa shalat tepat waktu. Agar kita mampu menjadi seorang hamba Allah yang taat sebagai bukti khalifah fil ard.

Terlebih dari itu, apabila kebiasaan shalat tepat waktu sudah tertanam sejak dini, maka tiada lagi istilah keberatan dalam melaksanakan ibadah wajib lima kali sehari tersebut. Sebab, barangsiapa yang rindu kepada Allah, maka dia akan semakin khusyuk dalam shalatnya. Ia akan senantiasa gembira ketika waktunya adzan tiba.

*) Pegiat Rumah Baca Api Literasi

Editor: Redaksi Al-Ashr.id